Koding dan Kecerdasan Artifisial – SMA/SMK Kelas X
Bab 4: Integrasi Prompt Engineering dan Design Thinking pada Kecerdasan Artifisial
Dalam pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk siswa SMA/SMK kelas X, Bab 4 menekankan keterampilan penting yang semakin dibutuhkan di era modern: Prompt Engineering dan Design Thinking sebagai bagian dari kecerdasan artifisial dan kecakapan teknologi tingkat lanjut. Code Edu Kids
Artikel ini menjelaskan secara lengkap kedua konsep tersebut serta bagaimana penerapannya dalam proses pembelajaran siswa agar mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan solusi kreatif berbasis AI. Code Edu Kids
Apa Itu Prompt Engineering?
Prompt Engineering adalah teknik merancang instruksi atau pertanyaan yang efektif untuk “berkomunikasi” dengan sistem AI — terutama model bahasa besar (Large Language Models) — sehingga bisa menghasilkan output yang relevan dan tepat dengan tujuan yang diinginkan. Code Edu Kids
Dalam konteks pembelajaran:
Apa Itu Design Thinking?
Design Thinking adalah metode pemecahan masalah yang berfokus pada pengguna, kreatif, dan iteratif. Pendekatan ini biasa dipakai oleh desainer dan inovator teknologi untuk merancang solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan manusia.
Tahapan Design Thinking mencakup:
-
Empati – memahami kebutuhan pengguna
-
Definisi masalah – merumuskan masalah yang ingin diselesaikan
-
Ideasi – mengembangkan ide-ide solusi
-
Prototyping – membuat versi awal solusi
-
Pengujian – menguji prototipe dan memperbaiki berdasarkan feedback
Pendekatan ini membuat siswa tidak hanya berkutat pada kode, tetapi juga pada konteks nyata dimana teknologi AI digunakan. Code Edu Kids
Mengapa Integrasi Prompt Engineering & Design Thinking Itu Penting?
1. Meningkatkan Kreativitas
Dengan prompt engineering, siswa belajar bagaimana “berbicara” dengan AI — bukan hanya mengandalkan default, tetapi mengarahkan AI untuk menghasilkan ide atau solusi yang lebih baik. Code Edu Kids
2. Fokus Pada Pemecahan Masalah Nyata
Design thinking membuat siswa berpikir mulai dari pemahaman kebutuhan pengguna, bukan sekadar mempelajari kode. Ini menanamkan mindset human-centered design yang penting di dunia kerja teknologi. Code Edu Kids
3. Keterampilan Abad 21
Gabungan kedua skill ini mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan — di mana kemampuan berkolaborasi dengan teknologi pintar dan menghasilkan solusi kreatif adalah kunci sukses. Code Edu Kids
Contoh Penerapan di Kelas
Beberapa aktivitas pembelajaran yang bisa dilakukan guru bersama siswa antara lain:
Manfaat Pembelajaran Ini untuk Siswa SMA/SMK
Dengan mempelajari integrasi prompt engineering dan design thinking dalam konteks kecerdasan artifisial, siswa akan mendapatkan:
Selain itu, ini juga sejalan dengan arah kebijakan pendidikan Indonesia yang menempatkan Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai mata pelajaran penting mulai SD hingga SMA/SMK demi membangun keterampilan digital generasi berikutnya. TAGAR
Kesimpulan
Bab 4 Integrasi Prompt Engineering dan Design Thinking pada Kecerdasan Artifisial merupakan bagian penting dari kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/SMK kelas X. Materi ini menggabungkan keterampilan teknis dan kreatif dalam bekerja dengan AI, sekaligus mempersiapkan siswa untuk berpikir secara human-centered dalam merancang solusi teknologi yang etis, efektif, dan relevan.
Dengan pemahaman yang kuat terhadap dua pendekatan ini, siswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan dunia digital dan industri masa depan — di mana kolaborasi dengan teknologi pintar bukan hanya sebuah keterampilan, tetapi sebuah keunggulan kompetitif. Code Edu Kids

Posting Komentar untuk "Koding dan Kecerdasan Artifisial – SMA/SMK Kelas X"